Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Uang, Bawaslu Ungkap Rahasia Bikin Kader Pengawas Betah Mengawal Pemilu

Bukan Uang, Bawaslu Ungkap Rahasia Bikin Kader Pengawas Betah Mengawal Pemilu

Pati - Bawaslu Kabupaten Pati aktif menyerap praktik baik (best practice) dalam pengelolaan kader pengawas partisipatif lewat forum Literasi Pojok Pengawasan Volume 21 yang digelar Bawaslu Jawa Tengah, Senin (5/10/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan keterlibatan masyarakat Pati tetap berdenyut meski kontestasi pemilu belum dimulai.

Forum daring via Zoom dan kanal YouTube Bawaslu Jateng tersebut menghadirkan dua narasumber yang sukses menggerakkan komunitas di wilayahnya, yakni Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Wonogiri Slamet Mugiyono serta Kordiv Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Semarang Muharom Al Rosyid.

Dalam pemaparannya, kedua narasumber membedah sejumlah strategi konkret agar kader pengawas tidak bubar jalan usai pelatihan. Trik tersebut meliputi pemetaan potensi komunitas lokal, penyegaran citra (rebranding), diversifikasi peran, hingga perluasan kolaborasi lintas lembaga.

Selain strategi teknis, forum ini menyoroti pentingnya insentif nonfinansial bagi para kader. Pemberian ruang aktualisasi diri, peningkatan kapasitas berkelanjutan, serta apresiasi terbuka dinilai jauh lebih efektif untuk menjaga militansi kader dalam mengawal demokrasi di akar rumput.

Bawaslu Kabupaten Pati pun membidik referensi dari Kabupaten Semarang dan Wonogiri tersebut untuk langsung diaplikasikan di lapangan. Kehadiran komunitas kader pengawas di wilayah Pati diharapkan bisa mandiri serta berkelanjutan.

Langkah penguatan basis komunitas ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Bawaslu tidak bisa bekerja sendirian dalam mengawasi setiap proses pemilu, melainkan membutuhkan mata dan telinga dari masyarakat itu sendiri.