20.665 orang ramaikan sekolah pengawasan
|
PATI-Pendaftar sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) yang dimulai tanggal 5 April 2020 telah ditutup tanggal 8 April 2020 pukul 23.59 WIB. Jumlah peminat dari seluruh Indonesia begitu luar biasa.
Sesuai hasil yang dirilis Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) pada Kamis, 9 April 2020, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 20.665 dengan rincian 12.947 Laki-laki (63 persen) dan 7.718 perempuan (37 persen).
Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga terbanyak dengan jumlah pendaftar 2.320 orang. Sementara dari Kabupaten Pati tercatat 100 anak muda yang yang lolos pendaftaran sekolah daring pengawasan. Adapun rinciannya laki-laki 61 dan perempuan 39 orang.
Menanggapi jumlah pendaftar yang ada di wilayahnya, Ketua Bawaslu Pati Ahmadi menyampaikan, "kami beri apresiasi yang tinggi bagi para anak muda pati yang telah mendaftar sekolah pengawasan," Disamping itu Pati termasuk 5 besar pendaftarnya diJawa Tengah jelasnya di kantor, Senin (13 April 2020).
"Kami berharap, kawula muda itu dapat menjadi kader pengawasan partisipatif untuk bersama mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan berintegritas," lanjut Ahmadi.
Dari jumlah pendaftar yang disampaikan oleh Bawaslu ri, Jawa Barat berada pada urutan tertinggi dengan total 4.393 orang. Kemudian , Jawa Timur menyusul dibawahnya dengan jumlah peserta 2568.
Berdasarkan syarat yang ditentukan, untuk bisa mengikuti sekolah online pengawasan harus memenuhi sejumlah persyaratan, yaitu berusia antara 17 hingga 30 tahun. Tidak terdaftar sebagai anggota atau pengurus partai atau tim pemenangan peserta pemilu dalam tiga tahun terakhir dan bukan penyelenggara pemilu.
Menurut jadwal SKPP akan dilaksanakan pada bulan Mei 2020 mendatang selama 14 hari. Selama itu, para peserta akan mendapatakan pelajaran dari para ahli kepemiluan. Materi pelajaran meliputi tahapan pemilu, Pilkada, Pengawasan, Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa, kerawanan hingga strategi Kehumasan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kegiatan SKPP merupakan program nasional yang bertujuan memberikan pengetahuan bagi generasi milenial serta pemilih pemula tentang pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). (Ahmadi).