Bawaslu Pati Dorong Kader P2P Jadi Garda Terdepan Lawan Disinformasi Pemilu
|
Pati - Bawaslu Kabupaten Pati bersama Bawaslu Kabupaten Rembang dan Bawaslu Kabupaten Blora menggelar Diskusi Pendalaman Materi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) secara daring, Kamis (6/10/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman peserta P2P terkait strategi pengawasan pemilu di era digital, sekaligus memperluas jangkauan partisipasi publik melalui ruang maya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto, S.H., M.H., menjadi salah satu pemateri dengan topik “Teknis Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital.”
Dalam paparannya, Supriyanto menjelaskan bahwa ruang digital kini menjadi arena baru bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu, sekaligus menghadirkan tantangan baru berupa penyebaran hoaks dan disinformasi.
“Ruang digital menjadi wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berpartisipasi, namun juga rentan terhadap penyebaran informasi yang menyesatkan. Karena itu, diperlukan ruang bersama untuk literasi dan koordinasi pengawasan pemilu secara digital,” ujar Supriyanto
Ia menambahkan, pengawasan partisipatif digital menuntut kolaborasi lintas sektor antara Bawaslu, instansi pemerintah, organisasi jurnalis, komunitas P2P, dan konten kreator agar informasi pengawasan tersampaikan secara luas dan akurat.
Supriyanto juga menekankan pentingnya patroli digital dan kontra-narasi untuk menangkal disinformasi yang berpotensi memecah belah masyarakat menjelang pemilihan.
“Kader P2P harus menjadi pelopor dalam edukasi publik dan pelaporan konten yang melanggar. Semakin banyak masyarakat terlibat, semakin kuat pula integritas pemilu kita,” tambahnya.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari tiga kabupaten dengan antusiasme tinggi. Melalui forum ini, Bawaslu berharap terbentuk ekosistem pengawasan digital yang kolaboratif, transparan, dan berkelanjutan untuk menghadapi tantangan pemilu di era informasi cepat.
Editor dan Foto : Humas Bawaslu Pati