Edukasi Politik, Bawaslu Pati Ajak Mahasiswa STAIP Simulasi Sidang Sengketa
|
Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati sukses menggelar pertemuan ketiga sekaligus penutup rangkaian kegiatan Pendidikan Penyelesaian Sengketa. Kegiatan edukasi politik ini diselenggarakan di Kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) pada Sabtu (2/5/2026).
Fokus utama dari pertemuan kali ini adalah mematangkan pemahaman mahasiswa, tidak hanya secara teoretis namun juga praktik langsung di lapangan terkait dinamika pengawasan pemilu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Pati, Zaenal Abidin, yang hadir memberikan materi mengenai Pendidikan Pengawas Partisipatif, menekankan pentingnya peran strategis elemen pemuda dan akademisi dalam mengawal proses demokrasi.
"Mahasiswa tidak boleh hanya sekadar menjadi pemilih atau penonton dalam kontestasi politik. Kalian adalah agen perubahan yang pemikirannya masih jernih dan kritis. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam pengawasan partisipatif adalah kunci utama untuk mencegah potensi pelanggaran, serta memastikan setiap tahapan pemilihan berjalan jujur, adil, dan bermartabat," ujar Zaenal di hadapan para mahasiswa.
Setelah pembekalan materi pengawasan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi aplikatif. Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Pati, Ayu Dwi Lestari, mengambil alih forum untuk memperlihatkan tata cara dan alur praktik penyelesaian sengketa proses pemilu.
Guna memaksimalkan pemahaman, Ayu membagi peserta ke dalam tiga kelompok besar untuk melakukan simulasi sidang penyelesaian sengketa. Suasana simulasi berlangsung dinamis dan hidup. Para mahasiswa tampak sangat aktif, antusias, dan tajam dalam melontarkan argumen-argumen kritis layaknya pihak pemohon, termohon, maupun majelis musyawarah yang tengah bersidang.
Rangkaian program yang telah berjalan intensif selama tiga kali pertemuan ini kemudian ditutup secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto. Dalam sambutan penutupnya, ia memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik dengan pihak kampus.
"Kami dari Bawaslu Pati mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada civitas akademika STAIP dan terkhusus kepada seluruh mahasiswa yang telah konsisten, penuh semangat, dan antusias mengikuti pendidikan ini dari pertemuan pertama hingga hari ini," tutur Supriyanto.
Ia juga menitipkan pesan penting terkait tindak lanjut dari kegiatan tersebut. "Harapan kami ke depannya, bekal ilmu hukum penyelesaian sengketa dan pengawasan yang didapat selama tiga kali pertemuan ini tidak berhenti di dalam ruangan kelas ini saja. Teruslah kritis dan jadilah perpanjangan tangan Bawaslu di tengah masyarakat untuk bersama-sama mengawal jalannya demokrasi kita," pungkasnya.