Fatayat dan Nasyiatul Aisyiah Ikuti Outbond Bersama Bawaslu
|
PATI - Melalui media outbound, Badan Pengawas
Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar sosialisasi pengawasn partisipatif
dengan organisasi Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah, Minggu (17/11). Kegiatan
yang dilangsungkan di Hutan Kota Kalidoro Kabupaten Pati diikuti oleh 60
peserta yang terdiri dari 30 orang anggota Fatayat NU dan sisanya dari
Nasyiatul Aisyiyah. Semua peserta terlihat sangat antusias mengikuti event
outbond ini. Pihak Bawaslu pun merespon dengan baik antusiasme peserta ini.
Mereka berharap, Bawaslu dapat berpadu bersama ormas-ormas perempuan yang ada
di Pati.
Sinergitas Bawaslu bersama Fatayat NU dan Nasyiatul Aisyiyah
bertujuan untuk mengawal Pemilu di tahun 2024 mendatang.
Sebagai tindakan persiapan, Ahmadi, S.H. ketua Bawaslu Pati memandang perlu adanya edukasi politik sejak dini agar terwujud pemilu yang demokratis.
"Pemilu akan kehilangan makna tanpa partisipasi perempuan, maka dari itu Bawaslu menggandeng organisasi perempuan yang ada di Pati sebagai proses edukasi. Bagaimanapun juga organisasi-organisasi ini merupakan penjembatan kepada rakyat yang tidak mampu kami jangkau." Uangkapnya.
Sementara itu, Kordiv Pengawasan Humas dan Hubal, Ayu Dwi Lestari, memberikan penjelasan mendalam mengenai kerjasama ini. Menurutnya, pemilih di Kabupaten Pati memang didominasi oleh kaum hawa.
"Separuh lebih pemilih di Kabupaten Pati adalah pemilih perempuan, sehingga peran perempuan dalam suksesnya Pemilu sangatlah besar." Ujarnya.
Praktik politik uang merupakan kejahatan pemilu yang telah membudaya dilingkungan masyarakat Indonesia. Parahnya, seringkali yang menjadi target sasaran adalah kalangan perempuan.
Menurut Ayu, Bawaslu sendiri prihatin dengan kondisi politik semacam ini. Dengan dalih tersebut, peranan organisasi perempuan sangat dibutuhkan dalam menangkal kejahatan politik uang yang banyak terjadi di kalangan perempuan.
"Mari kita cipatakan politik feminim, politik yang bersih dan bebas dari praktik politik uang, kalo tidak kita yg memerangi kejahatan itu lalu siapa lagi?" Imbau Ayu penuh semangat.
Sementara itu, baik Fatayat NU Maupun Nasyiatul Aisyiyah menanggapi positif kegiatan ini. Menurut Asmonah, S.Ag., M.Pd.I., ketua Fatayat NU Pati, pihaknya akan selalu berupaya mewujudkan cita-cita luhur Bawaslu dalam memeranginpolitik uang.
"Kami akan selalu berupaya
mensosialisasikan i'tikad baik Bawaslu kepada seluruh kader Fatayat NU yang ada
di Kabupaten Pati." Tutur Asmonah.
Dalam waktu
bersamaan, Romlah, ketua Nasyiatul Aisyiah Pati juga memgungkapkan hal yang
sama. Pihaknya juga berkomitmen untuk turut serta menamkan anti politik uang
kepada seluruh kadernya. (ayu/karim/ltn)