Gimmick Menarik Bawaslu Edukasi Publik tentang Pemilu
|
Palembang - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menekankan pentingnya peningkatan kerja kehumasan di seluruh jajaran Bawaslu, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam Rakornas Evaluasi Pemberitaan Bawaslu pasca Pemilu 2024 yang berlangsung pada Rabu (7/8/2024), Bagja mengingatkan bahwa Pilkada merupakan kesempatan bagi Bawaslu untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya.
"Kerja kehumasan Bawaslu di provinsi maupun kabupaten kota harus makin lebih baik dari kerja kehumasan pada Pemilu 2024. Apalagi Pilkada potensinya banyak terjadi dinamika," ujar Bagja. Ia mendorong jajaran Humas Bawaslu untuk menciptakan konten yang kreatif dan menarik, termasuk memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok untuk menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih inovatif. "Ayo bawa inovasi, saat Pemilihan ini adalah ajangnya kabupaten kota," tambahnya.
Bagja juga menyoroti isu netralitas aparat pemerintahan, termasuk TNI, Polri, dan ASN, yang harus menjadi perhatian utama. "Pemilu kemarin kurang penindakan netralitas TNI Polri, dan ASN. Sudah saatnya Humas Bawaslu masuk ke netralitas TNI Polri maupun ASN," tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa pengalaman dari Pemilu sebelumnya, termasuk putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pemilu, dapat dijadikan bahan edukasi yang menarik bagi publik. "Belajarlah dari permasalahan 2019, cuplik putusannya, beritakan," jelasnya.
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menambahkan bahwa evaluasi pemberitaan pasca pemilu dapat menjadi cermin bagi Humas Bawaslu untuk meningkatkan kinerja mereka. "Hasil evaluasi pemberitaan pasca pemilu bisa membuat humas Bawaslu berkaca atas ragam kinerja yang perlu ditingkatkan atau ditinggalkan," ungkap Lolly.
Ia berharap agar Bawaslu dari tingkat pusat hingga daerah memiliki agenda setting yang jelas dalam mempersiapkan topik prioritas yang dibutuhkan publik selama tahapan Pilkada. "Sebagai media Bawaslu, kita punya keleluasaan menentukan topik yang menjadi prioritas perhatian," tambahnya.