Lewat Momen Apel Pagi Kepala Sekretariat Bawaslu Pati Ingatkan ASN Jadi Agen Perubahan
|
Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati mengingatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk bersiap menghadapi perubahan regulasi kepemiluan dan lonjakan intensitas kerja jelang bergulirnya tahapan Pemilu 2027. Pegawai diminta adaptif serta tidak pesimistis menghadapi dinamika aturan yang sedang digodok di tingkat pusat.
Hal itu disampaikan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, RM. Ahmada Mangkunegara, saat memimpin apel pagi di halaman kantor Bawaslu Pati, Senin (12/10/2026).
Ahmada mengungkapkan, pembentukan panitia kerja (panja) revisi Undang-Undang Pemilu di lembaga legislatif menjadi salah satu fokus perhatian penyelenggara pemilu saat ini. Pembahasan tersebut nantinya akan menentukan desain teknis kepemiluan ke depan, mulai dari pemisahan pemilu lokal dan nasional hingga format pemilu serentak.
"RUU Pemilu hari ini sedang digodok di legislatif. Apapun yang terjadi, rohnya pengawas pemilu adalah undang-undang kepemiluan. Kita belum tahu persis mekanismenya, apakah pemilu lokal dan nasional atau serentak seperti lalu. Tapi yang pasti, secara penganggaran tahun 2027 sudah masuk tahapan dan alokasinya tentu berbeda dengan masa non-tahapan," kata Ahmada di hadapan jajaran peserta apel.
Menurutnya, peralihan menuju masa tahapan pemilu secara otomatis akan meningkatkan intensitas kegiatan lembaga secara signifikan dibandingkan masa non-tahapan saat ini. Oleh sebab itu, kesiapan mental, administrasi, dan koordinasi internal perlu dibangun sejak dini.
"Sebagai ASN, kita ini agen perubahan. Apapun perubahannya, kita ikuti, harus adaptif, dan jangan pesimistis terhadap situasi yang ada. Dulu dengan SDM minimal saja kita bisa, apalagi sekarang dengan tambahan SDM yang luar biasa, tentu kita harapkan bisa menorehkan kinerja terbaik," tegasnya.
Evaluasi Agenda Capacity Building di Muria
Selain menyinggung isu regulasi nasional, Ahmada mengapresiasi suksesnya agenda peningkatan kapasitas SDM yang digelar di kawasan lereng Pegunungan Muria pada Kamis dan Jumat pekan lalu.
Meski medan perbukitan dinilai cukup terjal dan menguras tenaga, kegiatan tersebut dinilai berhasil mencairkan sekat-sekat birokrasi antara pimpinan, pejabat struktural, dan staf pelaksana.
"Dengan momentum seperti itu, sekat-sekat birokrasi bisa kita tanggalkan. Kita bisa menyamakan persepsi, sikap, dan memahami apa yang menjadi harapan serta tujuan kelembagaan secara lebih terbuka dibanding hanya lewat rapat formal. Ini langkah progresif untuk mendukung kerja-kerja tahapan ke depan," pungkas Ahmada.
Apel pagi yang terpantau diikuti secara lengkap oleh jajaran kepala subbagian dan seluruh staf sekretariat tersebut berjalan tertib dan ditutup dengan doa bersama sebelum memulai aktivitas.