Panwaslucam Gembong Ajak Masyarakat Awasi Pemilihan Secara Bersama
|
Pati - Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) Gembong mengadakan kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang bertemakan "Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pengawasan Partisipatif pada Pemilihan Serentak 2024", Sabtu (03/08/2024). Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung Peni Kecamatan Gembong dan dihadiri oleh Camat, Kapolsek, dan Danramil Gembong serta 40 peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Isna Maylani, M.A. sebagai narasumber pertama dalam penyampaian materi yang berjudul "Pengawasan Partisipatif dalam Pemilu/Pemilihan 2024", menekankan bahwa kolaborasi antara pengawas pemilu dan masyarakat sangat diperlukan. Ia menyatakan, “Kolaborasi antara pengawas pemilu di seluruh jajaran dengan masyarakat ditingkatkan, sesuai jargon: ‘Bersama rakyat awasi pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu’”.
Isna juga menjelaskan tahapan pemilihan yang harus dipahami oleh masyarakat. “Tahapan pemilihan kepala daerah 2024 harus diketahui oleh semua pihak agar pengawasan dapat dilakukan secara efektif”. Dalam konteks ini, peran masyarakat sangat krusial. Ia mencatat bahwa masyarakat dapat berkontribusi dengan “memberikan informasi awal, melakukan upaya pencegahan pelanggaran, mengawasi/memantau, dan melaporkan”.
Namun, Isna juga menggarisbawahi beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengawasan pemilu. Ia mencatat, “Tidak adanya dugaan pelanggaran tindak pidana (padahal jelas terjadi di lingkungan masyarakat, misal politik uang); masih minimnya kasus yang berasal dari laporan, lebih didominasi dengan temuan; dan asumsi bahwa sikap masyarakat dalam pengawasan pemilu/pemilihan masih acuh tak acuh”.
Dengan demikian, Isna Maylani mengajak semua elemen masyarakat untuk lebih aktif dalam pengawasan pemilu. “Mari kita bersama-sama memastikan pemilihan yang adil dan transparan, karena keadilan pemilu adalah tanggung jawab kita bersama”.
Sementara itu, Anita Rahmawati seorang akademisi yang menjadi narasumber kedua dalam kegiatan ini, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam proses pemilihan umum.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong kesadaran pemilih akan pentingnya pengawasan partisipatif,” ungkap Anita dalam presentasinya. Ia menambahkan bahwa pengawasan ini bertujuan untuk “mencegah terjadinya politik pragmatis-transaksional untuk mewujudkan suasana yang kondusif bagi penyelenggara pemilihan yang aman, damai, tertib, dan lancar”.
Lebih lanjut, Anita menekankan bahwa pengawasan yang efektif harus melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Sinergisasi dengan media baik media cetak, elektronik maupun media dalam jaringan (daring) sangat penting,” katanya. Ia juga menekankan perlunya “melibatkan masyarakat sipil pada tujuh program pengawasan partisipatif melalui gerakan masyarakat sipil partisipatif”.
Penulis : Humas Bawaslu Kabupaten Pati
Editor : Humas Bawaslu Kabupaten Pati