Ramadhan Penuh Berkah Bawaslu Pati Ajak Jadikan Tempat Kerja Sebagai Ladang Pahala
|
Pati - Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah mahdah, tetapi juga menyempurnakan amal melalui pekerjaan sehari-hari. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, Ahmada Mangkunegara, dalam program 'Ngabuburit Pengawasan'.
Dalam kultum bertajuk "Bekerja sebagai Ibadah Membangun Budaya Kerja Bermakna", Ahmada menekankan bahwa bekerja bukan semata-olah urusan duniawi. Menurutnya, bekerja mencari nafkah adalah bagian dari kewajiban seorang muslim yang bernilai ukhrawi.
"Bekerja tidak hanya dimaknai sebagai hal yang bersifat keduniawian saja, tetapi bekerja juga harus dimaknai sebagai hal-hal yang bersifat ukhrawi. Bekerja sebagai ibadah ini tentu harus kita lakukan dan kita mulai melalui kesadaran secara kolektif," ujar Ahmada.
Ia mengingatkan bahwa bekerja menyejahterakan keluarga sangatlah penting agar terhindar dari jurang kemiskinan. Sebab, kemiskinan sering kali identik dengan kekufuran. Lebih lanjut, Ahmada mengutip hadis yang menyebutkan bahwa Allah menyukai orang-orang yang bekerja secara itqon atau professional.
Untuk mencapai profesionalisme dalam bekerja, Ahmada mengajak jajaran Bawaslu dan masyarakat luas untuk meneladani empat sifat utama Rasulullah SAW. Keempat sifat tersebut adalah Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (komunikatif), dan Fathonah (cerdas).
"Siddiq artinya dapat dipercaya, bahwa nilai tambah seseorang secara personal adalah kejujuran. Etika moral dalam bekerja di mana pun adalah kejujuran, sehingga ini menjadi fondasi utama menuju kesuksesan," tuturnya
Terkait sifat Tabligh, Ahmada menafsirkannya sebagai kemampuan komunikasi yang baik di segala level organisasi. Mulai dari membimbing bawahan, merangkul rekan sejawat, hingga memohon petunjuk kepada atasan.
Sementara untuk sifat Fathonah atau kecerdasan, Ahmada merinci bahwa kecerdasan tidak hanya diukur dari aspek intelektual semata. Ada tiga pilar kecerdasan yang harus dimiliki seorang pekerja tangguh, yakni Spiritual Quotient (SQ), Emotional Quotient (EQ), dan Intellectual Quotient (IQ).
"Kecerdasan emosional berkaitan dengan tindak tanduk, pola perilaku, dan etika. Ini adalah salah satu kunci keberhasilan dalam bekerja. Tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga mampu menempatkan diri dan berkomunikasi sesuai kebutuhan," tegasnya
Di akhir kultum, Ahmada berharap nilai-nilai spiritual dan keilmuan ini bisa menjadi fondasi kokoh bagi seluruh sahabat Bawaslu di mana pun bertugas.