Totok Hariyono: Bawaslu Bukan Pekerja Tahapan Pemilu, tapi Pekerja Demokrasi
|
Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Totok Hariyono mengingatkan jajaran pengawas pemilu untuk tidak hanya berorientasi pada tahapan pemilu. Menurutnya, Bawaslu adalah pekerja demokrasi yang harus tetap aktif memperkuat demokrasi, meski tidak ada proses pemilu maupun pemilihan.
“Tidak ada tahapan pemilu bukan berarti Bawaslu nganggur. Kita ini bukan ad hoc, kita badan tetap. Kita bukan pekerja tahapan pemilu, kita pekerja demokrasi,” ujar Totok saat memberikan arahan dalam kegiatan Evaluasi Peningkatan Kapasitas dan Pembinaan SDM Bawaslu Provinsi serta Kabupaten/Kota pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2024, Jumat (7/3/2025).
Totok menegaskan, tugas Bawaslu tidak berhenti meski tidak ada pemungutan suara ulang (PSU) atau tahapan pemilu lain. Ia menekankan, Bawaslu bekerja untuk memperkuat demokrasi selama lima tahun penuh, bukan hanya ketika tahapan pemilu berlangsung.
“Pengawasan kita harus dilakukan secara partisipatif dan gotong royong, melibatkan masyarakat. Pemilu itu hanya lingkup terkecil dari demokrasi,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Totok mendorong jajaran Bawaslu di daerah agar rutin menggelar diskusi publik, termasuk melalui siniar (podcast) di wilayah masing-masing. Menurutnya, hal itu menjadi bagian penting dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik.
“Efisiensi jangan jadi sindrom. Justru kita harus bangga bisa melakukan kerja-kerja demokrasi dengan lebih efektif,” pungkas Totok.
Sumber :
Foto : Bawaslu RI