Lompat ke isi utama

Berita

Webinar Pojok Pengawasan: "Menumbuhkan Partisipasi Perempuan dalam Pengawasan Partisipatif pada Pemilu/Pemilihan

Pati, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan Webinar Pojok Pengawasan dengan Tema Menumbuhkan Partisipasi Perempuan dalam Pengawasan Partisipatif pada Pemilu dan Pemilihan pada selasa (22/2/22)

Kegiatan webinar tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu maupun pemilihan yang akan datang. Webinar pojok pengawasan dilaksanakan secara virtual melalui Platform Zoom Meeting dan diikuti masyarakat umum, Bawaslu Kabupaten/Kota, Organisasi Perempuan dan lain sebagainya.

Ahmadi, Ketua sekaligus Kordiv. Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Pati menyampaikan bahwa kegiatan webinar pojok pengawasan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan partisipasi perempuan serta berperan aktif dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu maupun Pemilihan yang akan datang.

"Dia juga berharap selain perempuan-perempuan itu harus berperan aktif dalam melakukan pengawasan partisipatif, perempuan harus berani juga dalam melakukan persaingan untuk merebutkat kursi di parlemen dalam hal ini Anggota Dewan yang ada di Kabupaten Pati, imbuhnya

Ayu Dwi Lestari, Narasunber sekaligus Kordiv. Pengawasan dan Hubal Bawaslu Kabupaten Pati juga menambahkan bahwa Peran serta perumpuan hingga saat ini baru ada 16 persen yang duduk di anggota parlemen dari 30 persen kuota perempuan yang disediakan. Kursi parlemen yang ada di Kabupaten Pati untuk perempuan haya berjumlah 8 orang, sedangkan untuk laki-laki berjumlah 42 Orang dengan data inilah bahwa peran perempuan sampai saat ini masih kurang,

Padahal jika dilansir dari data, jumlah DPT pemilu tahun 2019 jumlah partisipan perempuan pada Pilpres tahun 2019 kehadiran perempuan 53,6 persen lebih tinggi dari laki-laki yang hanya 46,4 persen.

“Jumlah perempuan yang hadir lebih tinggi dari laki-laki. Hal ini tentu berkaitan deng keberpihak perempuan terhadap calon anggota dewan perempuan masih rendah,” ungkapnya.

Ny Djoko, selaku Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Pati dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif bukan hanya mencoblos saja akan tetapi bagaimana kita sebagai perempuan harus ikut mengawal suara, kemudian berani melaporkan jika terjadi pelanggaran dalam proses pelaksanaan pemilu maupun pilkada di tahun yang akan datang.

Tujuan dari gerakan PKK yaitu kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum yang ada dilingkungan sekitar. Dalam ranah politik seorang perempuan juga jangan sampai ketinggalan, dan diharapkan kaum perempuan harus sadar dan ikut terlibat dalam pendidikan politik dalam menentukan dan pengawalan.

"Seorang kader PKK harus lebih memahami kondisi dilapangan sehingga perlu ikut serta dalam mengawal proses pemilu, serta kader PKK berada di garda terdepan karena sampai tingkat dasa wisma yang paling bawah, imbuhnya.

Siti Maleha juga menambahkan dalam pemaparannya mengatakan demokrasi itu bukan hanya milik laki-laki, demokrasi tanpa perempuan bukanlah demokrasi, kalau berbicara mengenai konteks pemilu maka perempuan wajib hadir pada lembaga penyelenggara maupun peserta pemilu.

Peran dan representasi perempuan belum mencapai 30 persen di lembaga pengambil keputusan, data Work Bank tahun 3019 Indonesia menduduki peringkat ke-7 se-Asia Tenggara untuk perwakilan perempuan di parlemen.

" Hadirnya perempuan banyak yang baru sebatas tubuhnya, sedangkan misi pembebasan perempuan belum sepenuhnya menjadi mainstream dalam pikiran dan tindakannya baru berupa perempuan yang secara biologis belum ideologis. Imbuhnya

Semoga dengan adanya kegiatan webina pojok pengawasan ini, sekaligus menekankan bahwa peranan perempuan menjadi bagian penting dalam sebuah pemilihan dan harapan besar semoga perempuan bisa dilibatkan lebih banyak pada agenda pemilu. Baik sebagai pemilih, pengawas atau pun yang dipilih.

Penulis : Ahmad Syamsul Huda

Foto : Dwi Oktaviandri

Humas Bawaslu Pati

Tag
Berita
Umum