Bawaslu Pati ikuti rapat pembahasan konsep Saka Adyasta Pemilu
|
Semarang-Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati bersama 14 Bawaslu Kabupaten/Kota di Jawa Tengah mengikuti rapat pembahasan konsep Saka Adyasta Pemilu, selasa (08/21)
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kantor Sekretariat Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Jl. Papandayan Selatan No. 1 Semarang.
Fajar Saka, selaku ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah mengatakan, Saka Adyasta merupakan bagian dari pengembangan sosialisasi pengawasan pemilu, dalam pembentukannya cukup rumit dan membutuhkan syarat-syarat tertentu, beruntung sekali di Jawa tengah banyak penggiat pramuka yang sangat bersemangat dalam pembentukan Saka Adyatsa ini.
Berbeda dengan di Jawa Barat yang pernah ada kegiatan kemah tingkat nasional yang disupport dengan anggaran penuh dari RI. Tetapi di Jawa Tengah ini belum didukung anggaran, tapi kami sangat mendukung berjalannya kegiatan ini, Jawa Tengah tak punya kuasa dalam anggaran akan tetapi tentu bisa kita usulkan, dan kami akan mensupport penuh pembentukan Saka Adyasta ini.
Mahbrur, Anggota Bawaslu Kabupaten Batang dalam presentasi konsep pembentukan Saka Adyaasta menyampaikan, bahwa sebenarnya ada saka yang sudah terbentuk diantaranya saka Bayangkara, Wanabakti, Kencana, Dirgantara dan sebagainya, kegiatan yang kita rencanakan ini mungkin tidak bersifat seremonial belaka tapi akan berkesinambungan, bahkan akan kita wariskan.
Saka Adyasta terdiri 3 krida yaitu krida pengawasan, krida pencegahan dan krida penanganan pelanggaran. Saka Adyasta Pemilu putra dibina oleh pamong saka putra, yang putri dibina pamong saka putri. Dalam saka ini ada unsur pimpinan dari tingkat nasional sampai dengan pimpinan tingkat kabupaten, masing-masing bermasa bakti seperti masa keanggotaan Bawaslu. Peserta didiknya dari unsur penegak (laksana/bantara) dan pandega. Anggota dewasa terdiri Mabi, Pamong Saka, Instruktur Saka.
Kegiatan saka ini dilakukan dalam bentuk pertemuan/latihan sepekan sekali di luar waktu kegiatan mereka di gugus depannya. Di samping itu juga ada kegiatan perkemahan misalnya untuk kegiatan bakti, pelantikan atau pengukuhan, perlombaan dsb. Ada juga kegiatan perkemahan dalam bentuk Peran Saka yang diikuti oleh semua Saka (tidak hanya Saka Adyasta) yang ada di wilayahnya, imbuhnya.