Ketua PWI Pati Soroti Pentingnya Etika dan Akurasi Data di Era Disinformasi Pemilu
|
Pati - Tantangan penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah tahapan Pemilu menjadi sorotan utama dalam kegiatan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Bawaslu Pati. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pati, Moch. Noor Effendy, hadir sebagai narasumber untuk membahas pentingnya penyampaian informasi yang bertanggung jawab.
Moch. Noor Effendy menekankan bahwa penyampaian informasi yang jelas (clear), beretika, tervalidasi, dan akurat merupakan fundamental dalam komunikasi publik.
“Ketiga aspek ini [etika, validasi, dan akurasi] menjadi dasar agar setiap informasi yang keluar dari institusi dapat dipertanggungjawabkan,” kata Effendy.
Dalam konteks pelayanan publik, Effendy mengingatkan bahwa informasi yang didistribusikan badan publik harus memenuhi unsur informatif, objektif, terverifikasi, serta akurat dan tervalidasi. Hal ini semakin penting mengingat kompleksitas tantangan Pemilu, mulai dari hoaks, politik identitas, hingga politik uang.
Effendy juga memperkenalkan konsep Jurnalisme Data sebagai solusi untuk melawan disinformasi. Jurnalisme data adalah pendekatan penyusunan berita yang berbasis fakta, angka, dan temuan empiris, yang bertujuan menghasilkan narasi yang faktual, berbukti, padat, dan transparan.
“Jurnalisme data merupakan pendekatan dalam penyusunan berita yang berbasis pada fakta, angka, dan temuan empiris. Data yang digunakan harus bersumber dari informasi resmi, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Ia mendorong lembaga seperti Bawaslu untuk rutin mempublikasikan konten berbasis data di website resminya setiap hari. Konsistensi konten dianggap sebagai kunci utama dalam membangun traffic dan meningkatkan kredibilitas digital lembaga di mata publik.
Editor dan Foto :