Lompat ke isi utama

Berita

KONSOLIDASI DAN DEKLARASI

(Bentuk Komitmen Srikandi Mengawal Demokrasi)

JAKARTA - Bertempat di Redtop Hotel Jakarta berlangsung selama 2 hari (31/8-1/9), Bawaslu RI yang dikomandoi Ratna Dewi Petalolo menggelar kegiatan Konsolidasi Nasional Perempuan Pengawas Pemilu se-Indonesia. Terdapat 452 srikandi Pengawas Pemilu berkumpul bersama  akademisi perempuan, wakil rakyat perempuan, dan aktivis perempuan lainnya. “Mereka berhimpun menjadi satu dengan kesamaan hajat untuk meningkatkan aktualisasi peran perempuan dalam Pemilu,” tutur Dewi.

Pemilu akan kehilangan makna tanpa partisipasi perempuan, peran perempuan bagai dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam pemilu. Oleh karena itu  perempuan sebagai bagian penyelenggara pemilu harus memastikan seluruh proses pemilu berjalan sesuai aturan dan asas-asas Pemilu. Peningkatan kapasitas perempuan sebagai penyelenggara pemilu hukumnya wajib agar kuota 30% perempuan  yang diamanatkan undang-undang dapat terpenuhi.

Perempuan dianggap mampu menciptakan politik yang feminim. Politik yang bersih dan bebas dari money politics. “Saya yakin perempuan mampu menciptakan politik yang feminim, politik yang bersih dan bebas dari money politics, karena perempuan jika akan bermain dengan uang maka mereka akan berpikir apakah uang ini akan barokah untuk anak-anaknya? Sehingga perempuan akan berpikir ulang untuk melakukan perbuatan yang menyimpang dengan asas demokrasi,” ucap Nihayatul Wafiroh Wakil Komisi II selaku tamu kehormatan.

Selesainya kegiatan di dalam ruang dilanjutkan dengan aksi long march sejauh 3 Km menyusuri Jalan Pecenongan hingga Thamrin.  Balutan kaos putih yang dipadu dengan hijab warna-warni menambah anggun para Srikandi namun nampak tetap tegas dalam bersikap dan berbuat.  Walaupun keringat bercucuran membasahi tubuh, tetapi tidak nampak sedikitpun wajah lelah terlihat. Justru sebaliknya, derasnya keringat menambah kuatnya motivasi dalam mengawal demokrasi di bumi Indonesia.

Di depan Kantor Bawaslu RI para Srikandi Pengawas Pemilu melakukan deklarasi kesiapan perempuan mengawasi Pilkada Tahun 2020. Berikut garis besar komitmen Srikandi Pengawas Pemilu tersebut:

  1. Menjaga kode etik dan kode perilaku penyelenggara pemilu dengan bekerja secara profesional, independen dan berintegritas;
  2. Memperjuangkan pengarusutamaan gender dalam lembaga pengawas pemilu dan penguatan keterwakilan perempuan;
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah khususnya perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya;
  4. Pengawalan Pemilihan Umum yang jujur, adil, demokratis serta penegakan hukum dan keadilan Pemilihan Umum.

Penulis : Ayu Dwi Lestari

Editor : Achwan

Tag
Berita