SARASEHAN BERSAMA WARGA NASRANI
|
Pati - Dengan megambil tema ‘Sarasehan Bersawa Warga Nasrani’, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati mengajak para warga Nasrani di Gereja Katolik Santo Yusuf Pati untuk ikut proaktif dalam mengawasi pemilu, meskipun saat ini pemilihan umum telah usai akan tetapi preses sosialisasi tidak akan berhenti.
Ketua Bawaslu Pati sekaligus Kordiv Penindakan mengatakan, kami Bawaslu Pati meminta warga nasrani semua untuk ikut aktif berpartisipasi dalam melakukan pengawasan dan mencegah anti politik uang. Karena Politik uang merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi saat pesta demokrasi.
“Yang kami ajak memang semua kalangan, termasuk juga warga Nasrani, NU, dan Muhamadiyah. Karena sebagai warga negara Indonesia dan harus ikut serta dalam melakukan pengawasan partisipatif dan ikut mencegah terjadinya praktik money politic.
Suyatno selaku Anggota dan Kordiv. Penyelesaian Sengketa menambahkan, Tujuan diadakannya sosialisasi pengawasan partisipatif ini untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat, sekaligus menggalang gerakan moral untuk menolak money politic dalam menghadapi Pemilu dimasa mendatang.
Suyatno, juga memberikan contoh jika pemilhan umum kemarin itu seperti pemilihan anggota dewan Paroki yang ada di Gereja Katolik Santo Yusuf ini, mungkin yang dinamakan politik uang itu tidak ada dan mungkin tidak ada money politik. Dengan contoh diatas semoga kita nantinya dapat melakukan pengawasan dan mencegah terjadinya polik uang.
Salah satu jemaat Gereja Santo Yusuf memberikan masukan, kami senang bisa mendapatkan sosialisasi ini semoga kami bisa melakukan pengawasan dan ikut partisipasi nantinya. (03/11)