Lompat ke isi utama

Berita

Ubah Data Mentah Jadi Kisah Menarik, IJTI Muria Raya Ajarkan Rumus S-A-T-E

Ubah Data Mentah Jadi Kisah Menarik, IJTI Muria Raya Ajarkan Rumus S-A-T-E

Pati - Dalam sesi lanjutan Penguatan Kapasitas Bawaslu Pati, peserta dibekali teknik storytelling jurnalistik untuk mengubah data mentah menjadi narasi yang menarik dan relevan. Sekretaris Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya, Hasanudin, hadir sebagai pemateri kedua.

Hasanudin menjelaskan bahwa storytelling jurnalistik adalah teknik menyampaikan fakta secara runtut, hidup, mengalir, dan emosional, namun tetap teguh pada akurasi. Tujuannya adalah membuat audiens tidak hanya mengetahui fakta, tetapi juga merasakan pengalaman dari cerita yang disampaikan.

“Storytelling itu intinya gabungan dari fakta, konteks, emosi, dan alur. Tanpa fakta, ia bukan jurnalisme. Tanpa emosi dan konteks, ia bukan cerita,” ujar Hasanudin.

Untuk mempermudah praktik, Hasanudin membagikan rumus sederhana dalam membangun alur cerita: S-A-T-E.

  1. Scene: Pembukaan dengan penggambaran suasana, visual, atau situasi lapangan.
  2. Action: Menceritakan aksi atau peristiwa inti yang sedang berlangsung.
  3. Tension: Menghadirkan konflik atau pertanyaan yang memancing keingintahuan audiens.
  4. Explain: Memberikan data, penjelasan, fakta tambahan, atau kutipan narasumber sebagai penguat.

Ia menambahkan, penentuan angle atau sudut pandang berita adalah hal yang paling menentukan kualitas tulisan. Angle harus dipilih berdasarkan impact, nilai berita, kedekatan dengan audiens, dan akses visual (khusus untuk media televisi).

“Tugas jurnalis bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi menghadirkan pengalaman. Kita ingin audiens merasa bahwa mereka ada di sana, di dalam cerita yang kita bangun,” tutupnya, menekankan pentingnya memadukan akurasi data dengan kekuatan narasi.

Editor dan Foto : Humas Bawaslu Pati

Tag
Bawaslu Pati