Lompat ke isi utama

Berita

Bahas Aset Kantor hingga Kesiapan Tahapan, Kepala Sekretariat Bawaslu Pati: Jangan Terlena Masa Santai

Bahas Aset Kantor hingga Kesiapan Tahapan, Kepala Sekretariat Bawaslu Pati: Jangan Terlena Masa Santai

Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati mengingatkan seluruh jajarannya untuk bersiap menghadapi lonjakan beban kerja jelang akhir tahun. Pegawai diminta tidak terlena dengan suasana kerja di masa non-tahapan pemilu saat ini.

Hal itu ditekankan Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, RM. Ahmada Mangkunegara, saat memimpin apel pagi di halaman kantor Bawaslu Pati, Senin (24/8/2026).

"Tanpa kita sadari, kita sudah memasuki akhir Agustus dan separuh lebih kegiatan tahun ini sudah berjalan. Saya yakin menjelang akhir tahun, intensitas kegiatan akan jauh lebih banyak dari biasanya," ujar Ahmada di hadapan peserta apel.

Soroti Status Gedung Kantor dan Audiensi Kemendagri

Dalam arahannya, Ahmada membeberkan kondisi aset gedung kantor Bawaslu di tingkat nasional. Merujuk koordinasi dengan Bawaslu RI, dari sekitar 500 kabupaten/kota di Indonesia, baru sekitar 5 hingga 7 persen yang memiliki gedung kantor organik berstatus aset tetap mandiri. Sisanya masih berstatus sewa atau pinjam pakai dari pemerintah daerah.

Guna mengatasi kendala sarana dan prasarana tersebut, Bawaslu RI berencana menggelar audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Ahmada menyebut Bawaslu Pati sebenarnya selangkah lebih maju karena tanah aset telah tercatat atas nama Bawaslu. Namun, pembangunannya masih menunggu pencabutan moratorium pembangunan gedung kantor serta alokasi anggaran dari pusat.

Selesaikan Tagihan BMN dan Monitoring Keterbukaan Informasi

Selain masalah aset, jajaran subbagian di Bawaslu Pati juga diminta segera merespons sejumlah tagihan administratif yang masuk. Mulai dari tindak lanjut laporan Barang Milik Negara (BMN) hingga persiapan monitoring keterbukaan informasi publik dari Komisi Informasi.

Ahmada juga mengingatkan agar setiap agenda kegiatan internal kelembagaan dirancang jauh-jauh hari dan tidak mendadak. Hal ini penting agar koordinasi dengan pimpinan dapat berjalan optimal.

Ingatkan Staf Tidak Terjebak Rasa Malas

Menutup amanatnya, Ahmada memberikan peringatan khusus agar para staf tidak terjebak zona nyaman selama periode kerja yang relatif longgar.

"Jangan terlena dengan santainya masa ini. Ibarat pepatah, air tenang justru bisa menghanyutkan. Kalau kita tidak aktif, lama-lama akan memicu rasa malas saat nanti beban kerja besar datang. Kita harus tetap aktif dan produktif," tegas Ahmada.