Bawaslu Kabupaten Pati Ajak Gen Z Tolak Politik Uang Demi Wujudkan Demokrasi Berintegritas
|
Pati – Dalam upaya memperkuat konsolidasi demokrasi pasca-Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 sekaligus mempersiapkan pengawasan Pemilu Tahun 2029, Bawaslu Kabupaten Pati menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi bertema "Peran Gen Z dalam Menolak Politik Uang demi Demokrasi Berintegritas" pada Rabu, 29 April 2026, di Jare Coffee, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Kegiatan yang dipandu oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Moh. Priyo Manfaat, diikuti oleh 15 pelajar dari Kecamatan Jaken. Diskusi ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu untuk meningkatkan pendidikan politik serta memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam pemaparannya, Moh. Priyo Manfaat menegaskan bahwa politik uang masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi integritas pemilu. Praktik pemberian uang, barang, maupun bentuk imbalan lainnya untuk memengaruhi pilihan masyarakat tidak hanya mencederai asas pemilu yang jujur dan adil, tetapi juga berpotensi melahirkan praktik korupsi, penyalahgunaan kewenangan, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Ia menjelaskan bahwa Generasi Z memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Selain menjadi kelompok pemilih yang jumlahnya terus meningkat, Gen Z juga dikenal sebagai generasi yang aktif memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial. Potensi tersebut diharapkan mampu menjadi kekuatan dalam membangun budaya politik yang sehat, kritis, dan berintegritas.
Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menentukan pilihan politik berdasarkan visi, program, rekam jejak, dan integritas calon, bukan karena iming-iming materi atau kepentingan sesaat. Bawaslu juga mengingatkan bahwa politik uang hanya akan menghasilkan kepemimpinan yang tidak berkualitas dan merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Selain membahas bahaya politik uang, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Generasi muda didorong untuk berani melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, menolak praktik politik uang, serta berperan aktif dalam menciptakan iklim demokrasi yang bersih dan bermartabat.
Perkembangan teknologi digital turut menjadi perhatian dalam diskusi. Peserta diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang dapat memecah persatuan masyarakat. Sebaliknya, media sosial diharapkan menjadi sarana penyebaran edukasi politik, kampanye damai, serta ajakan menolak segala bentuk pelanggaran pemilu.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pandangan dan pengalaman mengenai tantangan demokrasi di era digital menjadi bahan diskusi yang memperkaya pemahaman peserta mengenai pentingnya menjaga integritas pemilu.
Dari hasil kegiatan tersebut, peserta semakin memahami dampak negatif politik uang terhadap kualitas demokrasi dan meningkat kesadarannya untuk menjadi pemilih yang cerdas, kritis, serta independen. Peserta juga memahami pentingnya pengawasan partisipatif sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga demokrasi. Selain itu, terbangun komitmen bersama untuk menolak politik uang, menangkal penyebaran hoaks, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi demokrasi yang positif. Generasi Z juga menyatakan kesiapan menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi berintegritas di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pati berharap generasi muda mampu menjadi pelopor demokrasi yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan integritas. Sinergi antara Bawaslu dan Generasi Z diharapkan semakin memperkuat budaya pengawasan partisipatif serta menciptakan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 yang bersih, transparan, demokratis, dan bebas dari praktik politik uang