Bawaslu Kabupaten Pati Ajak Pemilih Pemula Tingkatkan Partisipasi dalam Mewujudkan Pemilu Demokratis
|
Pati – Dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi pasca-Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 sekaligus mempersiapkan pengawasan Pemilu Tahun 2029, Bawaslu Kabupaten Pati menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi bertema "Meningkatkan Partisipasi dan Kesadaran Pemilih Pemula dalam Pemilu Demokratis" bersama anggota Karang Taruna Kecamatan Jaken. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, di Jare Coffee, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.
Kegiatan yang dipandu oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Moh. Priyo Manfaat, diikuti sekitar 30 peserta dari Karang Taruna Kecamatan Jaken. Diskusi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu memperkuat pendidikan politik serta membangun budaya pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda.
Dalam pemaparannya, Moh. Priyo Manfaat menjelaskan bahwa pemilih pemula memiliki posisi strategis dalam menentukan arah demokrasi Indonesia. Sebagai kelompok pemilih dengan jumlah yang terus bertambah pada setiap penyelenggaraan pemilu, generasi muda diharapkan tidak hanya menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga integritas demokrasi.
Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas tidak hanya bergantung pada penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, khususnya pemilih pemula, dalam mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilu. Oleh karena itu, Bawaslu terus mendorong peningkatan literasi politik dan kepemiluan agar generasi muda mampu memahami hak, kewajiban, serta perannya dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.
Diskusi juga membahas berbagai tantangan yang dihadapi pemilih pemula, seperti penyebaran hoaks dan disinformasi, ujaran kebencian di media digital, praktik politik uang, serta rendahnya kesadaran sebagian masyarakat mengenai pentingnya menggunakan hak pilih secara bijaksana. Para peserta diajak untuk lebih kritis dalam menerima informasi politik serta tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang berpotensi memecah persatuan.
Selain itu, peserta didorong untuk mengambil bagian dalam pengawasan partisipatif dengan melaporkan dugaan pelanggaran pemilu, menyebarluaskan informasi kepemiluan yang benar, serta mengajak masyarakat di lingkungan sekitarnya untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi.
Selama sesi diskusi berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyampaikan berbagai pandangan mengenai peran generasi muda dalam menghadapi tantangan demokrasi di era digital. Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan sejumlah komitmen bersama untuk mendukung penyelenggaraan pemilu yang berintegritas.
Dari hasil kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya peran pemilih pemula dalam menentukan masa depan demokrasi. Kesadaran untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab juga semakin meningkat, disertai pemahaman mengenai bahaya hoaks, ujaran kebencian, dan politik uang terhadap kualitas demokrasi. Selain itu, terbangun komitmen bersama untuk mendukung pelaksanaan pemilu yang damai, jujur, dan berintegritas, sekaligus memperkuat komunikasi antara Bawaslu Kabupaten Pati dengan generasi muda dalam mengembangkan pengawasan partisipatif.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Pati berharap sinergi dengan kalangan pemuda terus terjalin sehingga pemilih pemula tidak hanya menjadi peserta pemilu, tetapi juga menjadi pelopor demokrasi yang kritis, berintegritas, dan berperan aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu. Penguatan partisipasi generasi muda diharapkan mampu menjadi fondasi bagi terwujudnya demokrasi yang semakin berkualitas menuju penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029