Bawaslu Kabupaten Pati Ajak Tokoh Agama Perkuat Demokrasi melalui Pengawasan Partisipatif
|
Pati – Bawaslu Kabupaten Pati terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam rangka mempersiapkan pengawasan Pemilu Tahun 2029. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Diskusi Konsolidasi Demokrasi bertema "Peran Tokoh Agama dalam Mewujudkan Pemilu yang Demokratis, Damai, dan Berintegritas" bersama pengurus dan tokoh agama di Kantor PCNU Kabupaten Pati, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 60 menit tersebut dipimpin oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Moh. Priyo Manfaat, dan diikuti oleh 12 peserta dari unsur pengurus organisasi keagamaan. Diskusi ini menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan tokoh agama dalam membangun pengawasan partisipatif serta menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Pati.
Pelaksanaan kegiatan merupakan bagian dari implementasi tugas Bawaslu sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum untuk melakukan pencegahan pelanggaran dan sengketa proses Pemilu melalui penguatan pengawasan partisipatif. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Bawaslu sebagaimana tertuang dalam Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis Bawaslu Tahun 2025–2029, yaitu "Kolaborasi Memperkokoh Demokrasi Substansial melalui Pengawasan Pemilu yang Berintegritas dalam rangka Mewujudkan Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas."
Dalam sambutannya, Moh. Priyo Manfaat menyampaikan bahwa tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan masyarakat sekaligus membangun budaya demokrasi yang sehat. Melalui pengaruh moral dan sosial yang dimiliki, tokoh agama diharapkan mampu menjadi teladan dalam mengedukasi masyarakat agar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menolak segala bentuk pelanggaran Pemilu.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penguatan demokrasi. Salah satu pokok pembahasan adalah pentingnya pengawasan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Para peserta sepakat bahwa pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi juga membutuhkan peran aktif tokoh agama dalam mengawasi setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu di lingkungan masing-masing.
Selain itu, forum juga menekankan pentingnya menciptakan suasana Pemilu yang damai, aman, dan kondusif. Tokoh agama dinilai memiliki peran besar dalam menjaga kerukunan masyarakat serta meredam potensi konflik akibat perbedaan pilihan politik. Melalui ceramah, pengajian, maupun kegiatan keagamaan lainnya, tokoh agama diharapkan dapat menyampaikan pesan-pesan persatuan, toleransi, dan demokrasi yang beretika.
Dalam diskusi tersebut, peserta juga memperoleh penguatan mengenai bahaya praktik politik uang, penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta politisasi isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang berpotensi merusak kualitas demokrasi. Seluruh peserta diajak untuk menjadi agen edukasi di tengah masyarakat dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga integritas Pemilu serta menggunakan hak pilih secara bijaksana.
Forum turut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama antara Bawaslu Kabupaten Pati dan organisasi keagamaan dalam mendukung pengawasan partisipatif. Sinergi tersebut diwujudkan melalui peningkatan komunikasi, penyampaian edukasi politik yang sehat kepada masyarakat, serta penolakan terhadap segala bentuk pelanggaran Pemilu yang dapat mencederai prinsip demokrasi.
Hasil diskusi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari seluruh peserta. Tokoh agama menyatakan kesiapan mendukung terciptanya Pemilu yang damai dan berintegritas, memahami pentingnya pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan Pemilu, serta berkomitmen menyampaikan pendidikan politik kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan. Selain itu, kegiatan ini semakin mempererat koordinasi antara Bawaslu Kabupaten Pati dengan organisasi keagamaan dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.
Melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Pati berharap kemitraan dengan tokoh agama semakin kuat sebagai bagian dari upaya membangun demokrasi yang bermartabat. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuka agama, diharapkan penyelenggaraan Pemilu Tahun 2029 dapat berlangsung secara damai, jujur, adil, dan berintegritas serta mampu memperkokoh persatuan dan kerukunan masyarakat di Kabupaten Pati.