Bawaslu Pati Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Guna Cetak Kader Pramuka Melek Regulasi Pemilu
|
Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah (Setda) Pati, Kamis (18/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”.
Acara tersebut diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pati. Melalui kegiatan ini, Bawaslu Pati berkomitmen untuk mulai menanamkan investasi kesadaran berdemokrasi sejak dini guna menyongsong pemilu mendatang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Suprianto, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan Majelis Pembimbing Saka (Mabi) dan Pimpinan Satuan Karya (Pin Saka) Adhyasta Pemilu Kwarcab Pati yang dilaksanakan pada hari yang sama.
"Hari ini kita akan coba sharing ilmu dan belajar bareng bagaimana menjadi pengawas partisipatif. Melakukan pengawasan itu harus ada ilmunya. Jika tidak tahu mana yang benar dan salah, atau mana yang sesuai regulasi, tentu kita tidak bisa melakukan pengawasan dengan baik," ujar Suprianto dalam sambutannya.
Pengawasan Tak Boleh Jeda
Kegiatan ini turut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Achmad Husain, S.T.
Dalam arahan resminya, Achmad Husain memberikan apresiasi tinggi kepada Bawaslu Pati atas langkah cepat dan taktis dalam menginisiasi pendidikan pengawasan ini, meskipun tahapan Pemilu 2029 masih cukup jauh.
"Mungkin ada sebagian masyarakat yang bertanya-tanya, mengapa kita sudah bersiap dan sibuk menatap Pemilu 2029? Jawabannya sangat mendasar, karena demokrasi tidak pernah tidur dan pengawasan tidak boleh jeda," tegas Husain.
Husain menambahkan bahwa menjaga integritas kedaulatan suara rakyat bukan sekadar kerja musiman menjelang hari pemungutan suara. Investasi terbesar dalam demokrasi adalah investasi kesadaran masyarakat itu sendiri.
Tiga Arahan untuk Pemilu Bermartabat
Achmad Husain juga menitipkan pesan mendalam terkait tema acara. Ia meminta para alumni P2P tidak hanya menjadi 'produk formalitas' setelah sertifikat dibagikan, melainkan harus benar-benar berfungsi dan bergerak di lingkungan masyarakat.
Ada tiga poin utama yang ditekankan oleh Bawaslu Jateng dalam kesempatan tersebut:
- Posisi sebagai Mitra Strategis: Masyarakat diharapkan bukan hanya menjadi informan yang melaporkan pelanggaran saat sudah terjadi, melainkan ikut bergerak aktif melakukan pencegahan dini di tingkat akar rumput.
- Pengawasan Berbasis Komunitas: Memanfaatkan karakteristik sosiologis Kabupaten Pati yang kuat dan guyub untuk menolak politik uang secara kultural serta menjaga netralitas komunitas.
- Peningkatan Literasi Digital: Membekali diri agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi bohong (hoax) atau politisasi sara di ruang siber menjelang kontestasi politik.
"Pendidikan pengawas partisipatif ini mungkin ditutup secara seremonial hari ini, namun sejatinya sekolah demokrasi yang sesungguhnya baru dimulai saat Anda semua melangkah keluar dari ruangan ini," pungkas Husain sebelum membuka acara secara resmi.