Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Pati Kebut Pemenuhan Data Uji Petik PDPB Jelang Pelaksanaan Rapat Pleno

Bawaslu Pati Kebut Pemenuhan Data Uji Petik PDPB Jelang Pelaksanaan Rapat Pleno

Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati kembali menggelar apel pagi rutin di halaman kantor sekretariat pada Senin, 14 September 2026. Apel pagi tersebut dipimpin oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, RM. Ahmada Mangkunegara, serta diikuti oleh jajaran pimpinan, para kepala subbagian, staf pelaksana, dan mahasiswa magang.

Dalam pengarahannya, pembina apel menekankan sejumlah arahan strategis terkait optimalisasi media sosial lembaga, percepatan uji petik pemutakhiran data pemilih, hingga pesan reflektif tentang rasa syukur atas penempatan kerja.

Optimalkan Interaksi Media Sosial Lembaga

Salah satu penekanan utama yang disampaikan adalah pentingnya peran aktif seluruh staf dalam mendukung publikasi kerja-kerja pengawasan di media sosial. Ahmada meminta setiap aparatur di lingkungan Bawaslu Pati tidak bersikap pasif terhadap konten informasi yang diproduksi oleh Subbagian Hubungan Masyarakat (Humas).

"Kami meminta untuk setiap postingan yang diproduksi kantor kita agar direspons secara positif, entah itu like, komentar, maupun bentuk dukungan lainnya. Dukungan ini minimal harus dimulai dari diri kita sendiri, lalu keluarga terdekat. Jangan sampai postingan lembaga kita sendiri responsnya masih sangat minim," ujar Ahmada dalam amanatnya, Senin.

Ia menambahkan, interaksi digital tersebut sangat penting untuk memperluas jangkauan edukasi pengawasan pemilu serta memperkuat citra positif institusi di mata publik.

Percepatan Uji Petik Pemilih Jelang Pleno

Terkait dengan agenda teknis pemilu, Kepala Sekretariat mengingatkan tindak lanjut mandat rapat pleno mengenai pelaksanaan uji petik Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Masih adanya sejumlah staf sekretariat yang belum menuntaskan beban uji petik diminta untuk segera menyelesaikannya dengan langkah-langkah taktis dan cerdas.

Ahmada menyarankan staf untuk berkoordinasi langsung dengan perangkat desa, pengurus lingkungan, atau mencatat data warga yang meninggal dunia maupun beralih status kependudukan demi mempermudah pemenuhan sampel uji petik.

"Semua tergantung bagaimana kita menyikapi dan menggunakan teknik cerdik dalam mengatasi persoalan kerja. Jangan sampai tugas uji petik ini terhambat karena ini merupakan proses yang berkelanjutan," tegasnya.

Refleksi Rasa Syukur atas Penempatan Kerja

Menutup jalannya apel pagi, Ahmada membagikan pengalamannya saat mengikuti kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang mempertemukannya dengan para pejabat Bawaslu dari berbagai wilayah luar Jawa. Ia menceritakan realitas sejumlah rekan kerja di daerah lain yang harus menempuh perjalanan darat berjam-jam, menyeberangi pulau, hingga jauh dari keluarga demi menjalankan tugas di kantor.

Ia mengingatkan jajaran Bawaslu Pati agar senantiasa bersyukur karena mayoritas bertugas dekat dengan domisili tempat tinggal dan keluarga.

"Kerja dekat dengan rumah dan bisa berkumpul dengan keluarga adalah kenikmatan yang sangat besar. Jangan sampai kita tidak bersyukur, lalu membuat deviasi atau pelanggaran disiplin yang justru berujung pada sanksi pemindahan ke tempat yang jauh. Mari syukuri kenyamanan ini dengan menunjukkan kinerja dan loyalitas terbaik bagi lembaga," pungkas Ahmada.