Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Sebut Jawa Tengah Wilayah Strategis sekaligus Rawan Pemilu 2024

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum Bersama Mitra Kerja Bawaslu di Semarang. Kamis (21/8/2025)/Foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum Bersama Mitra Kerja Bawaslu di Semarang. Kamis (21/8/2025)/Foto: Publikasi dan Pemberitaan Bawaslu

Semarang - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI menilai Jawa Tengah menjadi wilayah strategis sekaligus rawan dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024.

Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, mengatakan bahwa kondisi tersebut tergambar dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang menempatkan Jawa Tengah pada posisi lima besar provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi, terutama pada aspek pemungutan dan penghitungan suara.

“Terdapat puluhan kasus serius saat pemungutan suara serta sepuluh kasus signifikan terkait gugatan hasil pemilu maupun pilkada. Jawa Tengah adalah wilayah yang strategis sekaligus rentan. Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Lolly dalam acara Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilihan Umum Bersama Mitra Kerja Bawaslu di Semarang, Kamis (21/8/2025).

Lolly menyebut ada dua tantangan besar yang dihadapi penyelenggara. Pertama, irisan tahapan Pemilu dan Pilkada yang saling berhimpitan sehingga menambah beban kerja dan berisiko menimbulkan tumpang tindih pengawasan. Kedua, sistem penegakan hukum yang masih menggunakan dua rezim undang-undang berbeda sehingga memunculkan disparitas kewenangan bagi Bawaslu.

Meski demikian, ia menekankan adanya capaian positif yang perlu dipertahankan. Berdasarkan survei Litbang Kompas, tingkat kepercayaan publik terhadap Bawaslu meningkat signifikan dari 62,3 persen pada Januari 2023 menjadi 81,6 persen pada Januari 2025.

“Transparansi kinerja, strategi pencegahan, serta partisipasi masyarakat yang semakin kuat membuat pengawasan partisipatif berkembang signifikan. Masyarakat kian berani melaporkan dugaan pelanggaran, menandakan demokrasi partisipatif semakin mengakar,” tutur Lolly.

Di akhir forum, Bawaslu menegaskan komitmen untuk terus menjaga semangat pengawasan bersama rakyat serta menegakkan keadilan pemilu.

Tag
Bawaslu
Lolyy