Kekeringan Melanda, Bawaslu Pati Salurkan 6 Tangki Air Bersih ke Warga Jaken
|
Pati - Musibah kekeringan yang melanda kawasan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendorong Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati untuk turun langsung ke tengah masyarakat. Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, Bawaslu mendistribusikan bantuan air bersih sebanyak enam tangki bagi warga yang terdampak krisis air di Kecamatan Jaken.
Penyaluran bantuan tersebut dikemas melalui program sosial "Jumat Sehati" dengan tema “Berbagi Itu Indah, Setetes Air Demokrasi untuk Harapan Bangsa” pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan kemanusiaan ini menyasar warga di tiga desa, yaitu Desa Ronggo, Desa Mojoluhur, dan Desa Sidomukti. Jajaran komisioner bersama jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati terjun langsung ke titik-titik pemukiman guna memastikan pasokan air diterima warga.
Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto, menyampaikan bahwa aksi tanggap bencana ini digulirkan sebagai wujud empati mendalam terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan di penghujung musim kemarau.
"Hari ini kita menyalurkan bantuan air bersih di beberapa desa di wilayah Jaken, kebetulan kita berada di wilayah Desa Ronggo. Target ada enam tangki yang nanti kita salurkan ke masyarakat Kabupaten Pati, khususnya yang terdampak bencana kekeringan," ujar Supriyanto saat ditemui di lokasi penyaluran.
Supriyanto menambahkan, kehadiran pengawas pemilu di lapangan tidak semata menyalurkan bantuan logistik air bersih, tetapi juga menjadi sarana sosialisasi kelembagaan. Melalui pendekatan humanis, pihaknya turut mengedukasi warga agar bersama-sama menjaga integritas proses demokrasi.
"Selain mengetuk empati kepedulian kita terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan, kita juga ingin memperkenalkan lembaga Bawaslu kepada masyarakat di wilayah Jaken. Pesan yang biasa kita sampaikan terkait kelembagaan Bawaslu, seperti antipolitik uang dan menggunakan hak pilih sesuai hati nurani," kata Supriyanto.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Zaenal Abidin, yang memantau distribusi di Desa Mojoluhur, menegaskan bahwa peran lembaga pengawas pemilu tidak hanya berkutat pada pengawasan teknis pemilu, tetapi juga harus peka terhadap realitas sosial di lingkungan sekitar.
"Hari ini menyalurkan air bersih di Desa Mojoluhur. Targetnya ada tiga desa dan enam tangki, ini untuk di RT 5 kita salurkan air bersih. Karena selain Bawaslu mengawasi kepemiluan, kita juga perlu untuk kepentingan sosial, memberikan bantuan-bantuan air bersih kepada masyarakat yang kekurangan," ungkap Zaenal.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, RM. Ahmada Mangkunegara, menegaskan bahwa langkah sosial yang dijalankan bersama mitra seperti PMI ini merupakan wujud eksistensi dan tanggung jawab moral institusi kepada publik.
"Hari ini kita laksanakan kegiatan sosial, khususnya untuk distribusi air bersih kepada wilayah yang terdampak kekeringan di Desa Ronggo. Besar harapan kita ini adalah bentuk solidaritas sosial kita untuk saudara-saudara kita yang hari ini mendapatkan musibah kekeringan," terang Ahmada.
Ahmada juga menegaskan bahwa kiprah Bawaslu akan terus berjalan di berbagai lini meski tahapan pemilu sedang tidak berlangsung.
"Sekalipun tidak masa tahapan, Bawaslu Pati tetap eksis, entah itu kegiatan formal, informal, termasuk kegiatan sosial. Bawaslu Pati secara institusi formal tidak hanya berkaitan langsung dengan kepemiluan, tapi juga kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial, karena ini adalah tanggung jawab moral kita kepada masyarakat untuk membantu sesama," tutur Ahmada.