Lompat ke isi utama

Berita

Lolly Apresiasi Komunitas Perisai Demokrasi yang Gerak Nyata Awasi Pemilu dan Pemilihan 2024

Lolly Apresiasi Komunitas Perisai Demokrasi yang Gerak Nyata Awasi Pemilu dan Pemilihan 2024

Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengapresiasi berbagai komunitas masyarakat yang semakin sadar dan aktif dalam pengawasan partisipatif pada Pemilu dan Pemilihan 2024. Hal ini disampaikan Anggota Bawaslu, Lolly Suhenty, dalam webinar yang digelar The Indonesian Institute, Kamis (17/12/2024).

“Komunitas hari ini sudah punya kesadaran bergerak secara nyata, misalnya melakukan pendampingan terhadap komunitas yang menemukan dugaan pelanggaran, bahkan mereka bisa memandu,” ungkap Lolly.

Peran Perisai Demokrasi Bangsa di Jawa Tengah

Lolly menyoroti peran besar komunitas Perisai Demokrasi Bangsa di Jawa Tengah (Jateng), yang diinisiasi oleh alumnus Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Komunitas ini tidak hanya memberikan informasi awal kepada Bawaslu terkait dugaan pelanggaran, tetapi juga memastikan informasinya akurat.

“Nah, teman-teman Jateng (Perisai) sangat relevan karena mereka memberikan informasi cukup detail sehingga memudahkan untuk ditindaklanjuti,” tambah Lolly, yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas.

Lolly menekankan bahwa anggota komunitas ini bahkan melakukan pengumpulan dana secara swadaya agar kegiatan mereka tetap berjalan. “Karena sering kali publik memberikan informasi, tetapi informasinya sulit ditelusuri. Dengan adanya Perisai, informasi yang diterima lebih terstruktur,” jelasnya.

Dukungan Data dan Keterlibatan Masyarakat

Sejak 2014, Bawaslu melatih generasi muda untuk memahami isu pengawasan pemilu secara partisipatif. Dari data yang dihimpun, terdapat 19.788 kader pengawas partisipatif aktif, 299 komunitas kader, 8.928 forum warga, 1.094 kerja sama dengan perguruan tinggi, serta 1.112 kampung pengawasan partisipatif pada periode 2022-2024.

Program Berbasis Lokalitas

Selain itu, dalam program partisipasi masyarakat, sekitar 36 persen kegiatan dilakukan dengan pendekatan lokalitas daerah masing-masing. “Bawaslu RI membuat panduannya secara umum, lalu mereka praktikkan dengan konteks lokal sehingga sangat beragam bentuknya,” ujar Lolly.

Dia juga menjelaskan bahwa program pengawasan partisipatif sudah berada di level berfungsi menuju level bergerak. Program yang berjalan baik meliputi pendidikan pengawasan partisipatif, kampung pengawasan partisipatif, dan kerja sama dengan perguruan tinggi.

Dengan capaian ini, Bawaslu optimistis bahwa pengawasan partisipatif akan terus berkembang dan menjadi pilar penting dalam memastikan pemilu yang demokratis.

Editor : Humas Bawaslu Pati

Foto : Bawaslu RI

Tag
Bawaslu
Pengawasan Partisipatif