Orientasi PPPK 2026 Dimulai, Sembilan Pegawai Bawaslu Pati Ikuti Secara Daring
|
Pati - Sebanyak sembilan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Kabupaten Pati resmi mengikuti hari pertama Orientasi PPPK Tahun 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah ini dilaksanakan secara daring mulai 29 Juli - 5 Agustus 2026 mendatang.
Orientasi ini merupakan bagian penting dari program pengenalan nilai dan etika instansi bagi para ASN di lingkungan Bawaslu. Acara pembukaan orientasi ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Jateng Muhammad Amin, Kepala Sekretariat Bawaslu Jateng Yessi Yunius, serta Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan (Puslitbangdiklat) Bawaslu RI, Roy M. Siagian.
Dalam sambutannya, Kepala Sekretariat Bawaslu Jateng, Yessi Yunius, merinci bahwa orientasi ini diikuti oleh total 247 PPPK se-Jawa Tengah. Jumlah tersebut terbagi ke dalam dua gelombang kelas untuk mengoptimalkan proses penyerapan materi.
"Pembelajaran orientasi ini memadukan dua metode, yakni sinkronus melalui tatap muka virtual (Zoom) dan asinkronus melalui Learning Management System (LMS) milik Bawaslu RI. Kelulusan dalam orientasi ini menjadi salah satu syarat mutlak bagi perpanjangan kontrak kerja PPPK di masa mendatang," jelas Yessi.
Yessi menambahkan, tujuan utama dari orientasi ini adalah untuk membentuk karakter ASN yang ber-AKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) guna mewujudkan pelayan publik yang profesional.
Selanjutnya, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, yang membuka acara tersebut secara resmi, menekankan pentingnya transisi pola pikir bagi para peserta yang kini telah resmi berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Orientasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerbang awal untuk memahami visi, misi, dan nilai-nilai kelembagaan Bawaslu. Ke depan, tantangan demokrasi kita, khususnya menuju Pemilu 2029, akan semakin kompleks. Oleh karena itu, PPPK dituntut untuk menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan publik," tegas Muhammad Amin dalam sambutannya.
Amin juga mengingatkan bahwa sebagai ASN, setiap tindakan dan perilaku pegawai Bawaslu kini terikat dengan aturan dan kode etik yang ketat.
Sementara itu, apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan ini datang dari Kepala Puslitbangdiklat Bawaslu RI, Roy M. Siagian. Ia memuji kesiapan Bawaslu Jateng yang mampu mengakomodasi ratusan peserta secara serentak namun tetap terukur.
Dalam arahannya, Roy menyoroti pentingnya adaptasi digital bagi para PPPK Bawaslu di era modern.
"Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap perkembangan zaman. PPPK Bawaslu harus melek teknologi, memahami keamanan siber (cyber security), dan mampu beradaptasi dengan kecerdasan buatan (AI). Penggunaan sistem LMS dalam orientasi ini adalah langkah awal agar bapak/ibu terbiasa dengan ekosistem digital," papar Roy.
Melalui orientasi ini, kesembilan PPPK dari Bawaslu Kabupaten Pati beserta ratusan peserta lainnya se-Jawa Tengah diharapkan dapat segera melebur dalam ritme kerja pengawasan pemilu. Mereka dituntut untuk tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga berinovasi dalam mengawal jalannya demokrasi di Indonesia.