Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Sinergi dengan Pramuka, Bawaslu Pati ikuti Kursus Orientasi Singkat Saka Adhyasta Pemilu

Perkuat Sinergi dengan Pramuka, Bawaslu Pati ikuti Kursus Orientasi Singkat Saka Adhyasta Pemilu

Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah mulai tancap gas mempersiapkan generasi pengawas untuk menyongsong Pemilu 2029. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan merangkul Gerakan Pramuka melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P).

Sebagai langkah awal, Bawaslu Kabupaten Pati beserta seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah mengikuti Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka secara daring pada Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Bawaslu Jateng, Nur Kholiq, menjelaskan bahwa program P2P tahun 2026 ini secara khusus menyasar anggota Pramuka.

Targetnya, setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah akan melahirkan 40 kader pengawas partisipatif.

"Total keseluruhan se-Jawa Tengah diproyeksikan mencapai 1.400 peserta. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan dan pendidik di lingkungan masing-masing terkait pengawasan pemilu," ujar Nur Kholiq dalam keterangannya, Kamis.

Menurut Kholiq, masa post-electoral atau pasca-tahapan pemilu seperti saat ini adalah momentum tepat untuk melakukan pengembangan pengawasan partisipatif. Setelah KOS, kegiatan akan berlanjut pada pembentukan Saka Adhyasta Pemilu di tingkat cabang.

Ketua Bawaslu Jawa Tengah sekaligus Ketua Mabisaka Bawaslu Jateng, Muhammad Amin, menegaskan pentingnya persiapan dini. Mengingat pada tahun 2027 tahapan pemilu diprediksi sudah mulai berjalan kembali.

"Tujuan utama KOS ini adalah memberikan orientasi mengenai peran Saka, sistem demokrasi, pencegahan, hingga penanganan pelanggaran. Pada 2026 ini, kita harus melahirkan generasi yang melek demokrasi," tegas Amin.

Amin menambahkan bahwa sebagian besar peserta P2P merupakan pemilih pemula yang disiapkan untuk menjaga kualitas demokrasi pada kontestasi politik tahun 2029 mendatang.

Senada dengan Bawaslu, Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc, menilai Gerakan Pramuka memiliki peran sentral dalam membentuk karakter pengawas yang berintegritas.

Pendidikan karakter ini mencakup aspek spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik yang menyasar usia 16 hingga 25 tahun.

"Selain karakter dan akhlak mulia, peserta dibekali pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran hukum. Kami ingin lahir generasi muda yang tidak hanya peduli demokrasi, tapi mampu berkontribusi nyata dalam pengawasan," kata Budi.

Di tingkat lokal, kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan dan sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati bersama pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Pati yang nantinya akan bertindak sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabi) dan Pimpinan Saka (Pinsaka) Adhyasta Pemilu tingkat cabang.