Lompat ke isi utama

Berita

Sekolah Go To Democracy Well Gebrakan Bawaslu Pati Berantas Apatis Politik

Sekolah Go To Democracy Well Gebrakan Bawaslu Pati Berantas Apatis Politik

Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kesadaran politik dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Salah satu terobosan unik yang diusung adalah program siniar (podcast) bertajuk "Sego Tewel".

Bagi masyarakat Pati, Sego Tewel dikenal luas sebagai kuliner legendaris khas Kecamatan Tambakromo. Namun di tangan Bawaslu Pati, "Sego Tewel" disulap menjadi akronim dari Sekolah Go To Democracy Well. Program ini dirancang sebagai wadah edukasi politik yang dikemas santai, dialogis, namun tetap sarat edukasi.

Kepala Subbagian (Kasubag) Pengawasan Pemilu dan Humas Bawaslu Kabupaten Pati, M. Fahrudin, yang hadir sebagai narasumber utama dalam episode terbaru podcast tersebut, menjelaskan bahwa pendekatan budaya lokal sangat efektif untuk meruntuhkan stigma kaku pada lembaga negara.

"Sego Tewel ini filosofinya sangat dekat dengan keseharian masyarakat Pati. Lewat Sekolah Go To Democracy Well, kami ingin pesan-pesan pengawasan pemilu bisa dicerna dengan mudah dan membumi, layaknya masyarakat menikmati hidangan Sego Tewel yang gayeng," ujar pria yang akrab disapa Mas Udin tersebut, Kamis (11/6/2026).

Dalam perbincangan podcast yang berlangsung hangat tersebut, Fahrudin memaparkan sejumlah agenda strategis yang tengah didorong oleh Bawaslu Pati. Fokus utamanya adalah memperluas cakupan pengawasan partisipatif dengan melibatkan berbagai elemen akar rumput.

Fahrudin menegaskan bahwa Bawaslu tidak mungkin mengawasi jalannya roda demokrasi sendirian. Dibutuhkan sinergi kuat dari warga, termasuk kelompok marjinal dan pemilih pemula.

"Kami tidak sekadar mengobrol, tapi ada misi besar. Kami menargetkan pembentukan puluhan kader pengawas partisipatif yang tangguh di Pati. Selain itu, kami juga merangkul kawan-kawan dari komunitas difabel agar mereka juga memiliki ruang yang sama dalam mengawasi jalannya pemilu," ungkap Fahrudin, yang kembali mengabdi di kampung halaman setelah enam tahun bertugas di luar daerah.

Menurutnya, edukasi yang konsisten akan melahirkan masyarakat yang tidak apatis. Warga diharapkan tidak hanya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mencoblos, tetapi juga berani melapor jika menemukan indikasi kecurangan.

Melalui podcast "Sego Tewel", Bawaslu Kabupaten Pati berharap pendidikan politik dapat bertransformasi menjadi diskusi publik yang renyah dan inklusif. Inovasi kehumasan ini diyakini mampu menyuburkan iklim demokrasi yang sehat, jujur, dan berintegritas di Bumi Tani.