Terima Kunjungan Supervisi Bawaslu Jateng, Bawaslu Pati Matangkan Pembinaan Kelembagaan
|
Pati - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas dan soliditas kelembagaan pasca-tahapan Pemilu dan Pemilihan. Komitmen tersebut tergambar jelas dalam agenda Supervisi Pembinaan Kelembagaan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Pati, Senin (6/4/2026).
Supervisi ini dipimpin langsung oleh Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jateng, Wahyudi Sutrisno. Kunjungan ini menjadi momentum bagi Bawaslu Pati untuk memaparkan kondisi riil kelembagaan sekaligus memamerkan sederet program inovasi yang terus berjalan meski tahapan pemilu elektoral telah usai.
Dalam laporannya, pimpinan Bawaslu Pati memastikan bahwa soliditas internal antara jajaran komisioner dan kesekretariatan terjalin sangat harmonis dan kondusif. Konsolidasi internal ini diperkuat dengan rutinitas rapat pleno yang secara disiplin digelar setiap hari Rabu.
Genjot Inovasi Hukum dan Pencegahan
Menyambut kehadiran Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Jateng, Bawaslu Kabupaten Pati turut memaparkan sejumlah terobosan. Di bidang penyelesaian sengketa, Bawaslu Pati tengah merintis program "Pendidikan Penyelesaian Sengketa" yang menyasar mahasiswa, di mana saat ini proses audiensi sedang berjalan dengan Fakultas Hukum Universitas Safin Pati (USP) dan STAI Pati.
Sementara di bidang hukum, publik kini dimanjakan dengan hadirnya JALIN SIKUMPUL (Jaringan Linktree Informasi Hukum Kepemiluan) yang memudahkan masyarakat mengakses produk hukum kepemiluan secara digital. Inovasi digital juga merambah pada Divisi Pencegahan dengan diluncurkannya Sistem Informasi Data Pencegahan (SIDIP) serta program pengawasan partisipatif Bawaslu Goes to Campus.
Fungsi pengawasan melekat juga terus digencarkan melalui Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Tercatat, Bawaslu Pati telah melakukan uji petik terhadap 330 pemilih pada Triwulan 1 Tahun 2026 dan sukses memberikan saran perbaikan yang langsung ditindaklanjuti oleh KPU setempat.
Kehumasan Kreatif dan Efisiensi Birokrasi
Kiprah Bawaslu Pati di ruang digital juga patut diapresiasi. Lewat program-program kreatif seperti Podcast Sego Tewel, Ngabuburit Pengawas, dan optimalisasi konten visual berdurasi pendek, partisipasi audiens di media sosial terbukti meningkat signifikan. Layanan informasi publik juga dimaksimalkan melalui Pojok Informasi "Layanan Jempol Si Pelupa".
Dari segi manajerial Sumber Daya Manusia (SDM) yang kini berjumlah 31 orang, Bawaslu Pati sukses menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan birokrasi modern ini tidak hanya menjaga produktivitas pengawasan, tetapi juga terbukti efisien menekan penggunaan listrik dan air kantor hingga 30 persen.
Harapkan Pendampingan Berkelanjutan
Kendati menorehkan banyak capaian positif, Bawaslu Kabupaten Pati tak menampik adanya tantangan kelembagaan yang harus segera diurai. Penambahan kuantitas SDM saat ini membuat kondisi fasilitas gedung kantor Bawaslu Pati dinilai kurang representatif.
Selain itu, dengan status baru sebagai Satuan Kerja (Satker) yang mandiri, Bawaslu Kabupaten Pati juga menegaskan masih membutuhkan atensi dan pendampingan berkelanjutan dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, terutama terkait pemahaman dan pengelolaan berbagai aplikasi anggaran.
Melalui supervisi ini, Bawaslu Kabupaten Pati berharap sinergi struktural dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dapat terus diperkuat guna mewujudkan lembaga pengawas pemilu yang semakin tepercaya, modern, dan profesional di mata masyarakat.