Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jateng Pacu Sinkronisasi Program Pengawasan 2026 Berbasis Kearifan Lokal

Bawaslu Jateng Pacu Sinkronisasi Program Pengawasan 2026 Berbasis Kearifan Lokal

Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah menekankan pentingnya sinkronisasi program kerja pengawasan di tingkat kabupaten/kota untuk tahun 2026. Langkah ini diambil agar arah kebijakan pengawasan pemilu berjalan harmonis, terukur, dan berbasis kearifan lokal.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Harmonisasi Program Kerja Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) Tahun 2026 yang digelar secara daring, Rabu (21/1/2026).

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, menegaskan bahwa rakor ini bertujuan untuk memastikan program yang disusun oleh Bawaslu di 35 kabupaten/kota benar-benar selaras dengan kebijakan provinsi.

"Kegiatan hari ini sebenarnya hanya memastikan bahwa program yang sudah disusun di tingkat kabupaten/kota itu betul-betul sudah klop. Kalau desainnya harmonisasi, maka program yang belum harmonis dengan kebijakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah kami harapkan bisa disesuaikan ke depannya," ujar Kholiq di hadapan peserta rapat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) se-Jawa Tengah, termasuk Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Zaenal Abidin, beserta staf teknis.

Fokus Utama Pengawasan 2026

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Amin, saat membuka acara menekankan bahwa harmonisasi adalah fondasi utama. Menurutnya, tanpa sinkronisasi, kerja pengawasan di tahun 2026 tidak akan memiliki arah yang jelas.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Nur Kholiq memaparkan sejumlah pilar utama yang menjadi fokus Divisi Pencegahan dan Parmas Bawaslu Jateng pada tahun 2026, antara lain:

  1. Pengawasan PDPB: Memastikan validitas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan secara terus-menerus.
  2. Bedah Pustaka "Sesarengan Ngawasi": Upaya meningkatkan literasi pengawasan lewat kajian literatur.
  3. Penguatan Saka Adhyasta: Mengoptimalkan peran anggota Pramuka dalam pengawasan partisipatif.
  4. Optimalisasi KKN Tematik: Memperluas jaringan pengawasan melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi.
  5. Local Wisdom: Memberikan ruang inovasi bagi Bawaslu daerah untuk membuat kegiatan berbasis kearifan lokal.

Evaluasi Kinerja dan Tantangan Anggaran

Selain membahas rencana masa depan, Kholiq juga merefleksikan kinerja Bawaslu Jateng sepanjang 2025. Ia menilai capaian kinerja berada dalam kategori baik, meski dihadapkan pada tantangan "normal baru" berupa fasilitasi anggaran yang terbatas.

"Capaian pelaksanaan kegiatan dan sasaran program berjalan sesuai perencanaan, meskipun terdapat sedikit pergeseran akibat keterbatasan anggaran," jelasnya.

Editor dan Foto : Humas Bawaslu Pati

Tag
Bawaslu Pati