Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jateng Tegaskan Humas Bukan Sekadar Tukang Foto Kegiatan

Bawaslu Jateng Tegaskan Humas Bukan Sekadar Tukang Foto Kegiatan

Pati - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meminta seluruh jajaran humas di tingkat kabupaten/kota tidak sekadar fokus pada dokumentasi kegiatan seremonial semata. Di era digital saat ini, humas Bawaslu dituntut mampu menyajikan komunikasi publik yang substansial dan berbasis data.

Pesan itu ditegaskan saat membuka acara Evaluasi Kehumasan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah Semester I Tahun 2026 yang digelar di Semarang.

"Kehumasan bukan sekadar mendokumentasikan kegiatan, tetapi merupakan wajah lembaga yang membangun kepercayaan masyarakat," ujar Ketua Bawaslu Jateng dalam keterangannya, dikutip [Hari Ini/Tanggal].

Ia mengapresiasi produktivitas konten kehumasan Bawaslu di Jateng yang terus menunjukkan tren positif. Meski demikian, kuantitas tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas konten. Tujuannya, agar masyarakat tidak hanya sekadar tahu ada kegiatan, tetapi juga paham dampak nyata dari kerja-kerja pengawasan pemilu.

Menurutnya, setiap informasi yang dipublikasikan Bawaslu sangat menentukan persepsi publik terhadap integritas, profesionalisme, serta kredibilitas lembaga. Oleh sebab itu, fungsi kehumasan harus ditempatkan sebagai posisi yang strategis, bukan hanya pelengkap acara.

"Pemberitaan harus lebih menonjolkan substansi, data, dampak, dan manfaat kegiatan, bukan hanya aspek seremonial," tegasnya.

Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Jateng mendorong jajaran humas untuk memperbanyak konten orisinal dan memaksimalkan pengelolaan media sosial. Merespons isu-isu publik juga harus dilakukan dengan cara yang lebih segar, seperti melalui video berkualitas tinggi, desain grafis yang memikat, serta narasi yang mudah dicerna masyarakat.

Langkah ini dinilai penting agar Bawaslu tidak kalah saing di tengah banjir informasi ruang digital. Konten yang kreatif dan relevan diyakini bakal lebih efektif dalam membangun kedekatan serta kepercayaan dengan masyarakat.

Terkait agenda evaluasi kehumasan ini, ia memastikan bahwa forum tersebut bukan wadah untuk mencari-cari kesalahan tiap daerah. Melainkan, menjadi sarana refleksi bersama demi menggenjot kualitas komunikasi publik Bawaslu ke depan.

Dalam forum tersebut, Bawaslu Jateng turut memberikan penghargaan bagi Bawaslu Kabupaten/Kota dengan kinerja kehumasan terbaik, baik dari sisi produktivitas maupun kualitas. Capaian positif ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain.

Menatap Semester II Tahun 2026, jajaran humas diminta untuk semakin solid, adaptif, dan terus berinovasi. Ia pun menginstruksikan agar hasil evaluasi ini segera ditindaklanjuti secara konkret, salah satunya dengan menyusun video kaleidoskop kinerja Semester I sebagai wujud transparansi kepada publik.

"Jadikan humas sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mengokohkan Bawaslu sebagai lembaga yang terbuka, profesional, dan terpercaya," pungkasnya.