Bawaslu Resmikan Perpustakaan dan Luncurkan Buku Kinerja Pengawas Pemilu 2024
|
Jakarta - Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto dan Moh. Priyo Manfaat, turut menghadiri peresmian Perpustakaan Bawaslu serta peluncuran Buku Kinerja Pengawas AdHoc pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024. Acara ini digelar di Kantor Bawaslu RI, Jakarta, pada Kamis (30/01), dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Bawaslu RI serta Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota dari berbagai daerah.
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menekankan bahwa Perpustakaan Bawaslu harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Ia menegaskan pentingnya menulis karya yang bermanfaat agar dapat dinikmati oleh publik, baik secara langsung maupun daring. "Harapannya, literasi demokrasi kita semakin baik," ujar Bagja.
Anggota Bawaslu Totok Hariyono menambahkan bahwa buku merupakan pintu cakrawala yang membuka wawasan, terutama dalam hal pengawasan, penyelesaian sengketa, dan penanganan pelanggaran. Ia mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan perpustakaan ini.
Dalam konteks pengawasan pemilu, literasi politik serta keterbukaan informasi menjadi prasyarat penting bagi masyarakat agar dapat memahami proses demokrasi secara aktif. Anggota Bawaslu berharap perpustakaan ini tidak hanya menjadi pusat kajian hukum, tetapi juga wadah bagi para pengawas dalam memproduksi dan menyebarkan pengetahuan.
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda menjelaskan bahwa kehadiran perpustakaan, baik dalam bentuk daring maupun luring, menunjukkan bahwa Bawaslu tidak hanya berperan dalam mengawasi pemilu, tetapi juga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang benar dan tepat melalui karya literatur. "Jika kita ingin dikenal karena bekerja semaksimal mungkin, maka kita harus menulis," ujar Kordiv SDM, Organisasi, dan Diklat Bawaslu itu.
Selain itu, Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menantang seluruh anggota Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota untuk menghasilkan setidaknya satu karya yang dapat memperkaya literasi di Perpustakaan Bawaslu. Ia menekankan bahwa perpustakaan ini merupakan tanggung jawab bersama untuk terus menambah referensi. "Saya beri tantangan, yang sudah punya karya mari berlomba menyumbangkannya dalam bentuk elektronik maupun buku," ujarnya.
Dengan adanya perpustakaan ini, diharapkan upaya untuk memperluas wawasan demokrasi semakin maksimal. "Selamat dan semoga inisiatif ini menjadi langkah kita dalam menjaga marwah Bawaslu, memperbanyak literasi, dan memberikan transparansi yang dibutuhkan publik," harap salah satu anggota Bawaslu.
Foto : Bawaslu RI
Editor : Humas Bawaslu RI