Pimpin Apel Pagi Kepala Sekretariat Bawaslu Pati Teruskan Pesan Penting Sekjen Terkait Jenjang Karier
|
Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan penuntasan tugas kedinasan tanpa terdistraksi kekhawatiran terkait ketersediaan anggaran maupun dinamika tahapan pemilu ke depan.
Instruksi tersebut mengemuka seiring langkah Bawaslu RI yang kian gencar memperkuat sistem manajemen talenta dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pengawas pemilu.
Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Pati, RM. Ahmada Mangkunegara, menyampaikan hal itu saat memimpin apel pagi rutin di halaman kantor Bawaslu Pati, Senin (19/10/2026).
Ahmada meneruskan pesan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI dari agenda sosialisasi manajemen talenta yang dihelat di Jawa Timur baru-baru ini. Ia menekankan agar aparatur di daerah tidak terjebak dalam spekulasi yang berpotensi menurunkan produktivitas kerja harian.
"Pesan dari Pak Sekjen, tugas dan kewajiban yang ada di depan mata harus diselesaikan sebaik-baiknya dan seoptimal mungkin. Tidak perlu berpikir apakah anggarannya ada atau tidak, bagaimana nasib Bawaslu nanti, atau bagaimana tahapannya berjalan. Gunakan waktu yang ada untuk aktualisasi dan mengoptimalisasikan diri," kata Ahmada di hadapan jajaran staf dan pejabat struktural Bawaslu Pati.
Ahmada menjelaskan, Bawaslu RI saat ini menerapkan pendekatan meritokrasi berbasis peningkatan kapasitas. Berbeda dengan pola umum di sejumlah instansi daerah, Bawaslu mengedepankan prinsip pemenuhan kualifikasi pendidikan dan pelatihan sebelum seorang aparatur menduduki jabatan struktural tertentu.
Ke depan, jajaran sekretariat akan didorong untuk mengikuti beragam sertifikasi keahlian, mulai dari bidang perbendaharaan hingga pengadaan barang dan jasa. Selain itu, aparatur juga diproyeksikan menempuh jenjang pelatihan kepemimpinan secara berjenjang, meliputi Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) dan Lemhannas.
"Konsep di Bawaslu adalah pendidikan dulu baru duduk di jabatan. Terkait pemetaan manajemen talenta, posisi aparatur di dalam kuadran talenta akan terisi secara alami mengikuti masa kerja, pengalaman, dan bukti kinerja yang dihasilkan. Karier itu menuntut ikhtiar dan perjuangan yang terukur," jelasnya.