Pimpin Apel Pagi, Ketua Bawaslu Pati Evaluasi Program Kerja hingga Bahas Kick-Off Pengawas Partisipatif
|
Pati - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pati menggelar kegiatan apel pagi rutin di halaman kantor pada Senin (11/5/2026). Bertindak sebagai pembina apel adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Pati, Supriyanto.
Dalam amanatnya, Supriyanto mengawali apel dengan ucapan syukur atas nikmat kesehatan yang diberikan sehingga seluruh jajaran sekretariat, panwascam, mahasiswa magang, hingga karyawan dapat menunaikan kewajiban apel rutin setiap hari Senin. Ia kemudian memaparkan sejumlah agenda krusial dan instruksi kerja bagi jajarannya selama sepekan ke depan.
Agenda pertama yang disoroti adalah pelaksanaan rapat koordinasi internal terkait data dan informasi (Datin) yang turut melibatkan pihak eksternal pada hari ini. "Output dari kegiatan ini nanti akan dipertanggungjawabkan secara keuangan maupun secara kinerja," ujar Supriyanto dalam sambutannya.
Selain itu, Supriyanto juga menginformasikan kepada jajarannya mengenai jadwal pengukuran pakaian dinas. Ia menyebutkan bahwa pengukuran pakaian dinas tersebut akan dikoordinasikan pelaksanaannya oleh pihak sekretariat dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang dan jasa Bawaslu Pati pada hari ini.
Lebih lanjut, Ketua Bawaslu Pati itu juga menyinggung pelaksanaan program nasional, yakni kick-off Pendidikan Pengawas Partisipatif. Program yang bersifat top-down dari Bawaslu RI tersebut rencananya akan diluncurkan secara simbolis pada hari Selasa.
"Mengingat program yang dicanangkan oleh RI ini menjadi program nasional yang mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus ikuti, dan di level provinsi maupun kabupaten/kota nanti akan dijadwalkan," tegas Supriyanto. Ia menambahkan bahwa untuk Kabupaten Pati, pelaksanaan program bagi pemula tersebut terpaksa diundur ke awal periode ini, dari yang semula direncanakan pada bulan Juni.
Di akhir amanatnya, Supriyanto memberikan evaluasi tegas terkait serapan program internal Bawaslu Pati. Ia meminta jajarannya untuk kembali meninjau program-program peningkatan kapasitas yang telah dirancang di awal tahun.
Supriyanto mencatat bahwa dari target awal yang merencanakan empat hingga enam kali kegiatan per divisi, realisasinya saat ini masih sangat minim. "Di Divisi Hukum baru terlaksana satu kali, kemudian di Divisi SDM baru terlaksana satu kali," ungkapnya. Ia mendesak agar program-program yang belum tersentuh segera direviu dan direalisasikan pada sisa waktu yang ada.